Wisata Hutan Payau Cilacap Terancam Tutup
CILACAP – Kondisi objek wisata Hutan Payau di Kelurahan Tritih Kulon, Cilacap, Jawa Tengah, sangat memprihatinkan. Obyek wisata yang pernah jaya di tahun 90-an ini kini terancam tutup…
Selain kondisinya sudah rusak, jumlah pengunjung ke objek wisata hutan payau satu-satunya di Pulau Jawa itu menurun drastis.
Kabid Pemasaran Pariwisata Diparta Cilacap Sidharta Nugroho, mengatakan pengunjung Hutan Payau menurun drastis sejak lima tahun terakhir. “Jumlah pengunjung sudah tidak bisa diharapkan lagi, kebanyakan untuk keperluan penelitian dari berbagai Universitas,” ujarnya, Selasa (17/07/2007).
Menurutnya, upaya menghidupkan obyek wisata Hutan Payau perlu dana yang besar. “Perlu investor untuk membangun kembali fasilitas di hutan payau. Jembatan Mesra yang dulu menjadi daya tarik sekarang sudah tidak ada lagi, padahal pengujung paling suka di Jembatan Mesra karena bisa menggandeng pasangannya. Dulu animo wisatawan sangat bagus karena banyak fasilitas dan hiburan, sekarang wisatawan yang berkunjung ke Cilacap jarang yang mampir ke Hutan Payau,” katanya.
Biasanya, wisatawan yang berkunjung ke Cilacap oleh biro pariwsiata ditawari satu paket wisata. Yakni Pantai Widarapayung, Teluk Penyu, Benteng Pendem dan hutan payau Tritih. Namun, banyak wisatawan yang enggan lagi berkunjung ke hutan payau karena kondisinya sudah rusak.
Pemilik kios yang di sekitar hutan payau pun pendapatan mereka turun drastis. Tidak sedikit dari mereka yang terpaksa pindah ke lokasi lain karena sepi pengunjung.
Sementara Anto, petugas pintu masuk mengatakan, kebanyakan wisata yang datang ke hutan payau bukan dalam rangka rekreasi. Kalau yang murni rekreasi, jumlahnya hanya 10-20 orang.
Dia menambahkan, rusaknya objek wisata hutan payau itu karena banyak warga yang menebangi tanaman bakau untuk kayu bakar.